Kamis, 25 Juni 2020

PT Dahana Aktif Dampingi UMKM Mitra Binaan di Masa Pandemi

PT Dahana Aktif Dampingi UMKM Mitra Binaan di Masa Pandemi

Kreatorsubang.xyz - PT DAHANA (Persero) terus aktif menggulirkan program kemitraan untuk UMKM di tengah pandemi Covid-19. Bantuan dalam bentuk pinjaman lunak dan program pelatihan diberikan kepada para mitra binaan untuk tetap survive di masa pandemi. Salah satunya adalah Caryadi, seorang pelaku UMKM bidang kuliner di Kabupaten Subang.

Akibat wabah Covid-19 ini, banyak pelaku UMKM tidak bisa menjalankan usahanya secara maksimal sehingga banyak kebutuhan dasar pelaku UMKM tidak terpenuhi. Walaupun Pemerintah berperan dengan memberikan bantuan, namun peran aktif semua kalangan sangat dibutuhkan untuk memulihkan kembali roda perekonomian.

Berkaca dari hal tersebut, PT DAHANA (Persero) sebagai salah satu BUMN yang bergerak di bidang bahan peledak berkomitmen turut berperan aktif membantu para pelaku UMKM untuk bertahan melalui program kemitraan. Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Ketua PKBL PT DAHANA (Persero) Eman Suherman pada Kamis, 25 Juni 2020 di Kampus Dahana. Ia menyebutkan, program kemitraan adalah sebuah program dimana para pelaku usaha UMKM atau pengusaha kecil mandiri digandeng menjadi mitra binaan dan diberikan bantuan berupa pinjaman lunak dan lainnya.

“Syarat menjadi mitra binaan adalah harus sudah memiliki usaha minimal selama 6 bulan dan omsetnya termasuk ke kategori UMKM. Besaran pinjaman nanti disesuaikan dengan kemampuan bayar masing-masing pelaku usaha sehingga tidak membebankan bagi pelaku usaha itu sendiri,” ujar Eman Suherman.

Eman melanjutkan, dalam masa pandemi Covid-19 dan memasuki masa New Normal yang dicanangkan oleh pemerintah, PT DAHANA (Persero) terus membantu pelaku UMKM yang menjadi mitra binaan untuk bisa maju dan berkembang, salah satunya adalah dengan mengadakan pelatihan untuk mitra binaan PT DAHANA (Persero).

Salah satu pelaku UMKM yang telah mendapatkan manfaat sebagai mitra binaan PT DAHANA (Persero) adalah Caryadi, salah satu pelaku UMKM bidang kuliner di Kabupaten Subang.

“Sejak wabah Corona datang, omset penjualan ayam bakar saya menurun drastis hingga 50% sehingga pendapatan harian saya otomatis menurun dan itu mengancam keberlangsungan usaha saya,” terang Caryadi.

Di tengah sulitnya ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19, Caryadi mengaku sangat terbantu dengan mendaftarkan usahanya menjadi mitra binaan PT DAHANA (Persero). Ia mendapatkan bantuan berupa pinjaman lunak yang ia gunakan untuk tambahan modal agar usaha jualan ayam bakar tulang lunaknya bisa bertahan ditengah himpitan kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Banyak manfaatnya setelah bergabung menjadi mitra binaan PT DAHANA, selain bantuan pinjaman modal juga mendapatkan pelatihan dan penyuluhan untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha,” tutur Caryadi.
Subang Produksi Beras Tertinggi Ke-3 Nasional

Subang Produksi Beras Tertinggi Ke-3 Nasional

KreatorSubang.xyz - Kabupaten Subang menjadi kabupaten produsen beras tertinggi ketiga di Indonesia. Dilansir akun @ditjentanamanpangan, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi,  data produksi 2019 hasil Kerangka Sampling Area Badan Pusat Statistik (KSA BPS), ada 10 kabupaten yang produksi beras tertinggi tahun 2019.

Kabupaten Subang berada di posisi ketiga setelah Kabupaten Karawang dan Indramayu. Luas panen padi Kabupaten Subang 156.298,50 hektar, produksi padinya sebesar 942.932 ton GKG dan produksi berasnya sebesar 540.960 ton.

“Perolehan angka produksi berasnya dengan menggunakan konversi 57,3 persen dari produksi padi. Ini merupakan perhitungan yang dikeluarkan BPS. Peningkatan produksi di 10 kabupaten itu tentu atas sinergi Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah dengan semua pihak,” demikian kata Suwandi di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

KotaSubang
KADINSOS TURUN GUNUNG PANTAU LANGSUNG PENYALURAN BPNT

KADINSOS TURUN GUNUNG PANTAU LANGSUNG PENYALURAN BPNT

Kreatorsubang.xyz - Penyaluran program bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos), yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau dinamakan juga Program Sembako di wilayah Kabupaten Bogor, dipantau secara langsung oleh Rustandi, selaku Kepala Dinas Sosial (Kadinsos).

Bahkan penyaluran bansos tersebut dipantau oleh Kadinsos dengan melakukan peninjauan langsung ke beberapa desa, seperti yang dilakukannya di Desa Jampang Kecamatan Kemang dan Desa Iwul Kecamatan Parung, pada Rabu (24/6/2020). "Alhamdulillah penyaluran bansos berjalan dengan baik. Baik jumlah, kualitas maupun ketepatan sasaran warga penerima bantuan sudah sesuai dengan pedoman umum." Ungkap Rustandi.

Pelaksana Tugas (PLT) Camat Kemang Ria Marlisa menyampaikan terimakasih atas kunjungan dan pantauan langsung yang dilakukan Kadinsos tersebut. Dia pun menyampaikan terimakasih atas beragam bantuan dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten yang telah diterima oleh warganya. "dengan adanya bantuan ini, beban kehidupan dan biaya pengeluaran untuk pemenuhan sebagian kebutuhan pangan menjadi lebih ringan." Ujar Ria Marlisa.

Sementara Kepala Desa Jampang Wawan Hermawan menyampaikan terimakasih atas kunjungan Kepala Dinas Sosial ke wilayah desa yang dipimpinnya tersebut. Meski mengaku mendapatkan kuota terkecil KPM BPNT di tahun 2020 ini se Kecamatan Kemang, namun dia merasa bangga dijadikan pilot project penyaluran bansos tersebut. "Di Desa Jampang ada 181 KPM BPNT. Paling sedikit jumlahnya di Kecamatan Kemang. Makanya kami sudah mengajukan permohonan tambahan kuota." Pungkas Wawan.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Pemkab Bogor Rustandi, turun gunung untuk memantau secara langsung proses penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) di wilayah Desa Jampang Kecamatan Kemang.
Pengelola Objek Wisata di Subang Wajib Terapkan Protokol Covid-19

Pengelola Objek Wisata di Subang Wajib Terapkan Protokol Covid-19

Kreatorsubang.xyz - Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang menyelenggarakan Sosialisasi Penerapan SOP Protokol Kesehatan Covid-19 kepada para pelaku dan pengelola wisata seiring akan diterapkannya Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal)  di sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Subang.

Kepala Disparpora Subang Drs. Asep Setia Permana, M.Si, mengatakan bahwa sosialisasi ini dilakukan agar para pelaku wisata memahami pentingnya penerapan SOP Protokol kesehatan Covid-19.

Pengelola Objek Wisata di Subang Wajib Terapkan Protokol Covid-19

Ketika dibuka destinasi wisata tersebut, Kadisparpora berharap pengelola wisata siap menerima kunjungan wisatawan dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Kemudian penting juga mengutamakan 3K (keamanan, kebersihan dan keselamatan ) / cleanes, healthy and savety. Hal itu penting agar wisatawan merasa percaya bahwa destinasi wisata di Subang layak kembali dikunjungi.

“Selain untuk mempersiapkan Adaptasi Kebiasaan Baru, tujuan sosialisasi ini juga untuk menjaga agar tidak muncul kluster baru penyebaran Covid - 19. Untuk itu diharapkan  semua pengelola wisata dapat bekerjasama dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19. ” ungkapnya saat membuka sosialisasi  di  Kumpay Waterpark, Rabu (24/ 6/2020).

Sosialisasi tersebut diikuti semua pengelola Destinasi Wisata sebanyak 65 Orang serta menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Subang dan Satpoldam.

Kadisparpora mengatakan jika destinasi wisata sudah bisa dibuka namun hanya untuk yang outdoor dan dibukanya siang hari. “Akan tetapi tempat wisata yang indoor dan malam hari itu belum boleh misalkan tempat karoke atau spa,” jelasnya.

Adapun SOP Protokol kesehatan  Covid-19 bagi pengelola tempat wisata antara lain: selalu menggunakan masker dan sarung tangan, menyediakan pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan/ hand sanitizer, jika memungkinkan untuk pemesanan tiket dilakukan secara online (E-Ticket), batasan Wisatawan hanya 50% dari sebelumnya, serta menggunakan pakaian lengan panjang, celana panjang dan sepatu.

Kemudian SOP selanjutnya yaitu membuat batasan antrian sesuai physical distancing, selalu mengingatkan wisatawan agar menjaga physical distancing dan menggunakan masker dengan cara menggunakan pengeras suara atau setiap pos harus ada staff pengelola yang menjaga. Hindari kontak fisik dengan Wisatawan, adanya kerjasama dengan Puskesmas terdekat, Polsek dan petugas keamanan wilayah. Adanya pemberlakuan jalur satu pintu sehingga mempermudah pengecekan terhadap Wisatawan. Adanya ruang isolasi, dan penggunaan kapasitas bis Wisatawan hanya boleh berisi 50% dari jumlah seat.

Refference : Subang.go.id
Jalan Kota Bandung Ditutup Lagi Karena Covid Naik

Jalan Kota Bandung Ditutup Lagi Karena Covid Naik

Kreatorsubang.xyz - Sejumlah ruas jalan protokol di Kota Bandung mulai malam ini, Rabu (24/6/2020) pukul 20:00 hingga pukul 06:00 besok, ditutup. Hal ini diberlakukan karena ada penambahan kasus positif Covid 19. Kendati demikian, penutupan jalan tersebut sifatnya situasional.

Ruas jalan yang akan ditutup tersebut antara lain Jalan Asia Afrika, Otista, Braga, Asia Afrika, Naripan, Bancey, Lembong, Tamblong, Merdeka Ir H. Juanda, Purnawarman dan Diponegoro.

Jalan Kota Bandung Ditutup

Jalan Asia Afrika (KAA) sebelumnya sempat ditutup pada masa pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) maksimal. “Betul, akan ditutup mulai malam ini, di salah satu ring 1,” ujar Kasatlantas Polrestabes Bandung Kompol Bayu Catur Prabowo.

Ia juga menegaskan bahwa penutupan jalan tersebut bukan untuk mempersulit masyarakat melainkan demi kebaikan masyarakat agar terhindar dari virus Corona serta persebarannya.

Namun untuk permulaan baru Jalan Asia Afrika yang akan ditutup (hingga berita ini diturunkan). “Baru dibahas kalau untuk ruas jalan lain. Ada beberapa yang ditutup karena tingkat penyebaran Covid 19 bertambah. Jadi penutupan ini sebagai warning ke masyarakat,” tandas Bayu.


Saat ini, sejatinya Kota Bandung berlaku PSBB proporsional. Warga pun mulai berangsur bisa beraktifitas kembali. Dalam PSBB proporsional, warga harus mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, tidak berkerumun dan rajin cuci tangan.

Dan untuk diketahui bersama, bahwa penutupan jalan yang dilakukan malam ini dipimpin langsung oleh wakil walikota Bandung. (jabarPublisher)